Tag: outdoor equipment

JAYAGIRI Outdoor

In 1978 we pioneered the production of backpack and sleeping bags in indonesia under our legendary brand among every outdoor sport enthusiast Jayagiri.

Trial and error process are very important to us. We tried hard to imrove our skills and knowledge until we found the professional technique of manufacturing high quality and high performance backpack.That was why we covered almost 90% of backpack market in indonesia.

After Jayagiri becoming an established brand in outdoor sports equiment market, we dicided to fill the gaps by manufacturing more fashionable bags. In 1985 we launched Dody as our brand which represented younger market.

In 1986 we decided to gradually dissolve the brand name Jayagiri althrough it was already in indonesia’s famous backpack brand. The reason was to create stronger brand image and to make easier brand positioning for internationa market. And in that year we moved our factory to the industrial area in Leuigajah – Cimahi.

We began our first export in 1983 to Malaysia. Since the same of the world’s leading branded product form France, Germany, Netherland, Japan, USA are manufactured by us.

 

LEGENDARY – OLD SKOOL – VINTAGE

Menyimak deskripsi tentang JAYAGIRI yang dikutip dari website official dodyjayagiri, era kelahirannya tidaklah begitu jauh dengan ALPINA seperti pada postingan sebelumnya, sedikit lebih menarik dan mudah untuk mencari tahu tentang Jayagiri karena kebetulan saja cari-mencari di mesin Google ternyata dapat juga Website Official dari Jayagiri yang asli Leuwigajah, CImahi,  Jawa Barat ini. Namun keduanya tetap saja legendaris, bagi yang tahu….old skool dan klasik….bagi yang gemar klasikan.

Mungkin akan sedikit membingungkan generasi millenial juga mengingat hampir 40 perjalanannya, nama Jayagiri bukan berarti tenggelam dan hilang, mengingat perkembangan dunia outdoor ini juga cukup terdongkrak dengan kuatnya daya jelajah informasi via media sosial yang justru terdominasi oleh bermunculannya brand-brand baru atau pun brand lama yang lebih besar dan lebih peka dengan trend kekinian, intensitas publikasi dan segala macam mekanisme marketingnya.

Tetapi, semua punya selera masing-masing, entah kualitas, ketenaran, kekinian, nostalgia…..atau apapun alasannya, tiap-tiap individu bebas untuk loyal dengan brand idolanya. Termasuk untuk loyal dengan jayagiri. Dari kualitas, update design bahkan sampai ke harga…jayagiri tetap pas-pas dan keren untuk dimiliki. apalagi ditopang berjamurnya marketplace di Indonesia, gak bakalan susah untuk ngedapetin produk brand satu ini, mencari produk dari ujung kepala hingga ujung kaki pun ada, lengkap.

So, doyan nostalgia dengan lejen satu ini ?

 

Advertisements

Alpina The Legend – Sebuah Nostalgia Legenda Indonesia

Pernah jaya pada jaman nya, di era 90-an. Kaum generasi-X baik semasanya yang waktu itu mungkin masih duduk di bangku SD sampai para penggiat kegiatan alam bebas pasti kenal betul dengan brand lokal asli Bandung yang satu ini, tiada lawan ! Yes…ALPINA

Legenda itu tetap ada.

Seolah tidak mau meninggalkan citarasa khas brand image dan ketangguhan kualitas produknya, jika disimak dari dulu semenjak awal mula beredar hingga detik ini pun di era yang notabene sudah Millenial , ALPINA tetap saja keukeuh menjaga nilai “Authentic” nya. Cek saja dan mari kita buktikan, dari segi bentuk semenjak awal hingga saat ini seolah “statis” dan loyal dengan konsepnya tanpa menyuguhkan perubahan yang berarti dalam setiap produk yang di produksi, okelah mungkin ada sedikit dinamisasi pengembangan dari varian Warna mungkin masih masuk, karena tidak memberikan efek yang signifikan dalam kualitasnya yang selalu terjaga.

Lagi, dari tas pinggang, tas ransel, celana, dan apapun jenisnya, bagi para pembaca sekalian yang sempat menikmati nya dan menyimak dengan seksama pun sampe hari masih ada kesempatan untuk menikmati produk ALPINA ini juga tetep begitu-begitu saja dan tidak akan menemukan perubahan yang begitu berarti bukan?

Dari segi label (gambar di atas) dengan tanpa berpikir panjang lebar pun benak kita yang sempat mengalami masa-masa itu langsung tertuju pada ALPINA, pun juga tetap konsisten seperti itu adanya. Dari model kepala resleting nya pun, asli nostalgia banget bukan. Dan saking kejamnya totalitas “pride” dengan produk lokal waktu itu tidaks edikit juga anak-anak sekolah yang dengan bangganya mengenakan gelang tali “prusik” dengan gantungan kepala kancing tersebut. Antara tega, nyomot punya tetangga atau apapun alasannya.

Ya semua bangga pada masanya, tapi bukan berarti yang satu ini tidak peka jaman, dari kualitas masih sanggup beradu dengan produk kekinian, masih saja “eye catching“, harga masih pantas dan terbeli untuk saat ini, apalagi? Authentic? yang satu ini jawaranya, dari dulu sampe sekarang seperti apa ALPINA ya akan tetap saja nampak jelas seperti yang akan kita nikmati hari penampakan waktu itu. Tidak banyak fenomena semacam ini sebuah “brand” dengan bermodal nama besar  sanggup mengambil keputusan untuk mempertahankan originalitas dan kualitas produknya sama persis sejak produk ini di buat, ada namun bisa di hitung dengan jari.

Hanya yang tahu, tahu popularitasnya, tahu kualitasnya, tahu betapa pesatnya era kejayaan nya, dan hal ini pasti akan mengalir turun menurun sampai kapanpun, entah sekarang, nanti, besok dan berpuluh tahun ke depan bahwa inilah ALPINA. Dari mulut ke mulut, berbagi cerita nostalgia, atau media apapun. Alpina yang sekarang dan yang akan datang akan tetap sama dengan ALPINA ketika pertama terlahir di di bumi Indonesia. The Legend, sang legenda. Salam nostalgia

Bagaimana dengan cerita nostalgia mu?